Seandainya

Tik tik tik..
Suara jam terdengar semakin jelas seiring dengan hari yang mulai mendekati tengah malam.
Mulai mengantuk, lemas, mulai ngawur.
Seandainya saja
 

Lambang Keberuntungan

Saya mempunyai maksud tersendiri kenapa membuat ini. Di China, ikan koi diyakini adalah simbol keberuntungan hidup, dan dipercaya bisa membawa pemiliknya dalam ruang kehidupan yang sukses karena ikan koi disebut juga ikan dewa yang membawa keberuntungan bagi pemiliknya. Selain itu, ikan juga menjadi simbol umur panjang. Jadi itu adalah alasan saya memelihara ikan koi di tubuh saya.

Lahirnya Ide Baru

Lahirnya Ide Baru
Acrylic on Canvas
50cm x 70cm
2013

Saat itu sedang ada rapat disamping rumah kerabat lama saya. Rapat resmi yang diadakan oleh beberapa organisasi (rapat bersama gitu).
Karena kurang kerjaan, saya yang bukan siapa-siapa ikut hadir juga tapi diam-diam.
Saya mendengarkan apa yang menjadi pembahasan dan apa yang diperdebatkan. Rapat itu dilakukan dengan tujuan untuk mendapatkan kesepakatan karena adanya kecurangan yang terjadi belakangan.
Setelah lama beradu mulut, akhirnya masuk juga ke sesi debat, tanggapan, atau saran gitu.
Banyak dari mereka yang memberi saran, tapi kalau dipikir, saran saran mereka itu hanya menguntungkan satu pihak, ya mementingkan kepentingan kelompoknya saja.
Saking emosinya, saya yang bukan siapa siapa itu akhirnya angkat tangan, dan akhirnya ditunjuk juga.
Saya berbicara apa adanya, memberi solusi tentang apa yang saya dengar. Sempat ruang rapat jadi sepi karena omongan saya yang blak-blakan menyinggung masalah dan tanpa basa-basi. Sempat diperdebatkan juga dan hasil debatnya juga positif.
Tapi setelah itu, tetap saja kembali ke masalah awal. Saya berpikir orang-orang sebanyak ini tidak ada niat untuk memikirkan kepentingan bersama, mereka hanya ingin kelompoknya saja yang untung.
Memang kenapa bila ada orang lain yang bisa memberi solusi lebih baik eh malah tidak didengar, dan bahkan kalah dengan ego pribadi?
Setelah itu, saya bakar 234 dari kantong dan kembali kerumah kerabat lama saya, dan melupakan debat omong kosong itu.

For You

For You
Mixed Media
40cm x 50cm
2013

Wanita

Wanita
Oil on Canvas
50cm x 70cm
2012

Sang Penari

Sang Penari (on progress)
Acrylic on Canvas
100cm x 150cm
2012

Pelabuhan Sunda Kelapa


Pelabuhan Sunda Kelapa
Acrylic on Canvas
50cm x 70cm
2012

Saya mencoba melukiskan salah satu keindahan di Indonesia, bukan objek wisata atau tujuan rekreasi para wisatawan. Ini adalah salah satu tempat di Pelabuhan Sunda Kelapa pada saat pagi hari. Banyak kapal yang diparkir, pejalan kaki, dan orang bersepeda yang ingin memulai aktifitasnya. Dan itu merupakan pemandangan sehari-hari masyarakat yang tinggal disana.
Sangat indah, saya berpikir bahwa sebenarnya semua yang ada disekitar kita sebetulnya indah, jadi kita tidak perlu mengeluarkan uang banyak hanya untuk sekedar refreshing. Cukup tengok kanan dan kiri dan menikmati alam sekitar. Itu indah sekali.

No Problem

No Problem
Acrylic on Canvas
50cm x 70cm
2012

Intim #1

Intim #1
Mixed Media
30cm x 40cm (2 Panel)
2012

Pada saat berhubungan intim, tidak ada aturan-aturan khusus yang mengikat, tidak terpaku pada teks. Membiarkan semua berjalan dengan apa adanya, mengalir begitu saja, merespon gerakan lawan. Dan akan menjadi semakin seru karena akan ada hal-hal lainnya yang akan muncul karena tidak dipikirkan secara matang. Hal semacam itulah yang dapat menimbulkan rasa puas.

Please

Please
Acrylic on Canvas
50cm x 70cm
2012

Menyuarakan pendapat sangat sulit. Itulah kenyataan yang ada jika kita ingin menyampaikan aspirasi. Mungkin kita bisa menyuarakannya tapi apa suara kita didengar dan direnungkan sebagai suatu pemikiran. Sebagian masyarakat telah merasa dirugikan oleh kebijakan-kebijakan yang ada karena adanya komunikasi yang tidak lancar antara pihak atas dan bawah, sehingga aspirasi masyarakat kurang didengarkan. Saat ini banyak orang yang lebih memilih untuk diam, menutup mata, menutup mulut, daripada harus membuang-buang tenaga untuk menyampaikan aspirasi yang tiada jelas tujuannya itu.
"Please."

Waiting For The End

 
Waiting For The End
Acrylic on Board
61cm x 72cm (4 Panel)
2012

Tidak ada maksud tertentu dalam lukisan ini, hanya sekedar luapan emosi yang saya rasakan. Sesuai dengan judulnya, "Waiting For The End". Ini menceritakan tentang kehidupan saya yang ketika itu saya berada dalam satu kondisi keputus asaan yang luar biasa. Putus asa akan hidup, dan segala hal di dalamnya, membayangkan bagaimana saya nanti, dan bagaimana nanti saya akan dikenang?

Seni atau Fantasi

Hari ini di Jakarta panas
"Porno", begitu kata sebagian besar temen gue begitu ngeliat gambar wanita telanjang di sketch book yang selalu gue bawa. Tapi menurut gue ini seni, entah kenapa.

Studi Water Color

Beberapa hari yang lalu di siang hari yang sedikit bolong, gue iseng buka salah satu jejaring sosial  (yang gamau disebutkan namanya), sebut saja "Bunga". Loh? Haha. Gue buka seperti biasa, sampai akhirnya gue menemukan profile wanita yang menurut gue menarik. Biasalah cowok, namanya hasrat pasti kalo ngeliat cewek bening dikit langsung melek haha. Nah, setelah melihat-lihat, ngotak-atik, menerawang, serta meraba haha. Pengen sih kenalan, tapi berhubung saya itu orang yang tergolong pemalu akhirnya gue ambil kertas dan nuangin itu ke kertas pake water color Sekar (adek gue). Sekalian latihan, dan beginilah hasilnya: